Pengharapan tak berputus
Cinta adalah saat kita
berjuang bersama-sama, jika hanya salah satu bukan cinta namanya.
Mencintai itu mudah.
Dicintai itu mudah. Namun, yang sulit adalah dicintai oleh orang yang kita
cintai.
Cinta itu adalah saat kau
bahagia bersamanya dan terkadang mampu melupakan dunia yang ada di sekitarmu
karena kau menciptakan duniamu sendiri, berpijak pada kepercayaan dan
keyakinan. Dan tegak berdiri oleh pengharapan.
Cinta, disela-sela
kebahagiaanmu terkadang tanpa disadari air mata jatuh menetes. Saat itu lah kau
bisa yakin apakah kau mencintainya atau tidak.
Cinta, sesak yang kau
dapat. Tiba-tiba menyerang. Seluruh paru-parumu seperti dipenuhi air hingga
kekurangan oksigen. Hatimu seperti tersayat, teriris. Mata yang mampu menatap
kini mulai berkaca-kaca. Seluruh duniamu seakan pergi meninggalkanmu.
Cinta itu diantara yang
nyata dan maya, tekadang terlihat, terkadang kasat mata. Hingga mungkin sering
kali terlambat disadari. Dan saat kau mulai menyadarinya cinta akan mengisi harimu.
Dan saat kau ingin berhenti, kau tak pernah sanggup, karena saat kau ingat lagi
kau tak pernah sanggup memulainya. Cinta ini tidak seperti di dalam novel dan
drama yang dapat diciptakan awal dan akhirnya. Cinta dalam hidupmu bermaksud
untuk ditemukan bukan diciptakan. Bahwasanya sekali lagi yang maha Mencipta
adalah Allah dan pemilik cinta yang sejati.
Saat kau mencintai
seseorang, dia adalah sebuah alasan. Alasan kenapa kau datang, kenapa kau
tersenyum, kenapa kau bahagia, kenapa kau terluka, kenapa kau menangis, kenapa
kau pergi, dan kenapa kau bertahan.
Katanya cinta? Nyatanya
cinta?
Katanya disaat orang yang
kau cintai lebih berbahagia bersama orang lain, membuatmu untuk
berhenti berharap dan memilih melepaskannya. Namun, nyatanya itu yang membuatmu bertahan.
Kau akan melepaskannya
karena kau pikir akan lebih baik melihatnya berbahagia dengan orangg lain
daripada melihatnya tak berbahagia denganmu.
Nyatanya, kau tak bisa.
Sekeras apapun nyatanya itu sulit. Mencintainya hanya untuk melupakannya.
Bertahan hanya untuk melepaskan. Dan akhirnya kau jatuh pada pengharapan yang
tak berputus.

