Susahnya
kalo udah jatuh cinta sama sahabat
Kenal udah lama, sering ketemu, komunikasi lancar, tahu
tentang kehidupannya satu sama lain, saling mengenal karakter, memahami sifat
dan kebiasaannya, suka bercanda dan gokil-gokilan, saling membutuhkan dan selalu
bareng-bareng.
Yah, gitu kalo udah punya sahabat di kehidupan kamu. Semua hal
jadi seru dan mudah bersama sahabat.
Awalnya sih kenal dia biasa aja, orangnya cuek, aneh, yaaaa..
kaya cowo pada umumnya yang sikpnya kekanak-kanakan dan gak bisa melewati hari
tanpa kejailan.
Sikapnya yang sulit dimengerti : Sorotan mata sinis seperti
sedang membaca situasi yang sedang terjadi dan yang akan datang. Alis mata yang
kadang naik ke atas seperti seorang mafia kelas citul. Kening yang berkerut
seakan seperti jenius yang sedang berfikir. Senyum yang aneh dan tawa yang
terlihat dipaksakan.
Tapi, semakin lama berada dalam
kehidupannya dan kemudian masuk ke dalam permainannya semua tampak jelas.
Inilah caranya menutupi semua yang dia rasakan. Mungkin terlalu kekanakan.
Namun, beginilah caranya menikmati hidup.
Memiliki sahabat seorang cowo
yang ada di sekitar ku setiap harinya, kini mulai terasa nyaman. Kehadirannya seperti
angin segar yang mampu menghilangkan kepenatan dan beban. Sikapnya yang tak
pernah terduga selalu mampu membuat tiap detiknyna menjadi menarik. Kisah hidup
yang biasa kini mulai menjadi istimewa.
Kini sikapnya mulai terlihat
berbeda dengan yang lainnya. Selalu ada di saat aku membutuhkannya, mampu
memahami perasaanku daripada orang lain, mampu mengubah kekecewaan dan
kesedihan menjadi kebahagiaan dengan kekonyolannya. Membuatku merasa berarti.
Tak kusangka aku mampu menangis
saat kehilanngannya. Rasa takut itu membuatku panik. Bagaimana jika dia
benar-benar pergi? Membuatku kembali bertanya, Apakah dia begitu berarti dalam
hidupku? Ya, Mungkinkah karena dia sahabatku atau......? More than that?
Akan sangat kacau kalau ini
terjadi. Aku tak penah berfikir kalau aku menyayanginya. Tapi, aku tahu
sekarang, aku tak ingin melepaskannya.
Aku tak ingin seperti wanita yang
lain. Aku takut kalau dia tahu tentang perasaanku ini semuanya akan berubah.
Sama seperti sikapnya kepada orang-orang yang menyukainya dan mengejar-ngejarnya.
Aku takut dia menjauh dariku karena kebodohanku yang lalai dalam menjaga
perasaanku ini.
Kini jantungku berdegup lebih
kencang saat berada dihadapannya. Aku tak mampu lagi menatap matanya karena
kebohonganku. Suara yang tertahan di kerongkongan tak bisa ku keluarkan. Aku
ingin menjerit dalam hening. Namun, suaramu mengejutkanku. Aku tersdar bahwa
aku tak sendiri. Senyumanmu mampu mengubah semuanya. Jalan fikiranku yang buntu
kini terbuka sedikit demi sediki. Aku masih bersamamu sekarang. Seharusnya, tak
ada yang perlu ku risaukan. Masa depan biarlah menjadi rahasia Tuhan, kamu
datang karena-Nya dan kamu pergi juga karena-Nya, Dia telah memberikan yang
terbaik, memberikanku malaikat yang mampu berpijak. Haruskah ku sesali itu
semua?
