Jumat, 21 November 2014

Mengungkapkan Perasaan



Mengungkapkan Perasaan

Perasaan manausia itu sederhana tapi kompleks. Manusia hanya dapat membedakan apakah dirinya merasa bahagia ataupun sedih. Namun, bagaimana saat perasaan itu datang secara bersamaan. Kebahagian dan kesedihan bertemu menjadi satu membuatnya menjadi kacau. Meluap bersama emosi yang justru tak sejalan dengan pikiran. Logika yang berperan pada manusia hanya 20% dan yang dominan adalah 80% perasaan. Itu sebabnya perasaan mampu membuat seseorang terlihat menjadi tidak terkendali. Perasaan manusia yang disebut cinta adalah faktor utama penyebab hilangnya realita yang ada di depan mata. Seakan mencoba tak menghiraukan apa yang sebenarnya terjadi manusia justru memilih dirinya terbawa pada perasaan yang disebut galau “akibat jatuh cinta”.

Cinta yang kata orang kata yang sederhana namun memiliki banyak arti. Singkatnya, cinta mewakili perasaan seseorang terhadap “someone special”. Orang yang dianggap berbeda, unik, aneh, lain dari yang lainnya. Temen-temen sih bilangnya gitu. Saat kamu jatuh cinta, mungkin karena perilakunya yang istimewa yang jarang atau bahkan belum pernah dilakuin orang lain. Membuatmu berarti dan memberikan kesan bahwa “dialah yang terbaik”. Yang tanpa sadar menutup segala ruang untuk seseorang singgah di hatimu. Bahkan biasanya membuat dia seakaan “tak tergantikan oleh apapun dan siapapun”. Jadi, susah move on.

Apa pernah kamu mencoba mengungkapkan perasaanmu padanya? Apa kamu mempunyai alasan yang tepat dan keberanian yang kuat? Apakah ia bisa menerimanya tanpa harus merasa terbebani? Apakah ia masih tetap seperti dulu tak berubah sedikutpun?
Mungungkapkan cinta itu susah-susah gampang. Baik yang gak langsung apalagi yang langsung semunya perlu awalan yang menantang terlebih buat cewe.
Ada beberapa pilihan sih yang pertama yah kamu bisa ungkapin perasaanmu dan patut menerima segara reaksi dan tindakannya, gak perlu ada jawabannya karena apa yang kamu lakukan adalah pernyataan bukan pertanyaan. Jika dia memilih untuk tetap bersamamu ada kemungkinan persaan itu berbalas, jika enggak yaaah jangan pernah menyesalinya karena cinta itu ibarat memberi tapi tak pernah meminta. Yang ke dua mencintai diam-diam, yakin aja kalo ketulusan itu pasti akan bebuah manis, ibarat bunga yang terus disirami, disinari dan dirawat suatu saat pasti akan merekah, yakin pada diri sendiri bahwa ada orang yang telah ditakdirkan untukmu, yang saat ini sedang berusaha, mencari, menunggu, dan merindu kehadiran cinta dalam hidup.
Yang gue tahu Cuma satu..



Gak ada perasaan di dunia ini yang pantes untuk ditolak, mereka patut dihargai,walau  dengan cara dan kisah yang berbeda. Dan semua orang tahu, tolak ukurnya.