Puisi :
Kamu
Hangat,
cairkan hatiku yang telah membeku
Terangi
pikiran kelabu, kepenatan penantian
Hidupkan
bara api, rasa yang telah lama mati
Bangunkanku
dari musim dingin panjang melelahkan
Memulai
musim semi.
Dengan
jutaan rasa tumbuh bermekaran
Penuh
cinta, kasih, dan sayang
Keheningan
Aku
butuh keheningan saat memikirkanmu
Saat
aku menatapmu, dunia seakan berhenti berputar
Hening,
keheningan menyelimuti kita
Tatapanmu
membisukanku
Membuat
hatiku memilihmu
Kau
yang ada dismpingku
Dekat,
lebih dekat dari nafasku
Dalam
hening aku mendengar
Dari
dalam hatiku, jauh di dasar
Aku
menyayangimu
Aku
tak mau melepasmu dari genggamanku
Aku
ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersamamu
Bersama
dirimu dan hanya aku dan kamu
Ayah dan Ibu
Ibu
kau seperti alunan melodi
Terdengar
lembut di telingaku
Tutur
katamu dan doamu terdengar tulus
Ibu
kau adalah pohon hidupku
Tempatku
berteduh dan merasa nyaman
Ayah
kau adalah sosok yang sangat aku banggakan
Kau
adalah seorang laki-lakinyang kuat
Semangat
dan kerja kerasmu
Akan
selalu mendarah daging dalam jiwaku
Ketegaran
menjalani hidup seperti kalian
Akan
selalu menjadi bayanganku
Yang
selalu mengikutiku kemanapun aku melangkah
Luka
Kini
malam nampak usang
Tak
berarti ditelan kegelapan
Tak
usah bayang bulan
Kerlip
bintang pun hilang
Hanya
dingin menemani
Malam
yang sepi
Jauh
kau pergi
Ku
kejar tak berarti
Hidup
seperti mati
Hanya
luka menemani
Hati
yang tersakiti
By : Rika Kowasanda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar