Kamis, 01 Mei 2014

Susahnya kalo udah jatuh cinta sama sahabat





Susahnya kalo udah jatuh cinta sama sahabat




Kenal udah lama, sering ketemu, komunikasi lancar, tahu tentang kehidupannya satu sama lain, saling mengenal karakter, memahami sifat dan kebiasaannya, suka bercanda dan gokil-gokilan, saling membutuhkan dan selalu bareng-bareng.
Yah, gitu kalo udah punya sahabat di kehidupan kamu. Semua hal jadi seru dan mudah bersama sahabat.
Awalnya sih kenal dia biasa aja, orangnya cuek, aneh, yaaaa.. kaya cowo pada umumnya yang sikpnya kekanak-kanakan dan gak bisa melewati hari tanpa kejailan.
Sikapnya yang sulit dimengerti : Sorotan mata sinis seperti sedang membaca situasi yang sedang terjadi dan yang akan datang. Alis mata yang kadang naik ke atas seperti seorang mafia kelas citul. Kening yang berkerut seakan seperti jenius yang sedang berfikir. Senyum yang aneh dan tawa yang terlihat dipaksakan.
Tapi, semakin lama berada dalam kehidupannya dan kemudian masuk ke dalam permainannya semua tampak jelas. Inilah caranya menutupi semua yang dia rasakan. Mungkin terlalu kekanakan. Namun, beginilah caranya menikmati hidup.
Memiliki sahabat seorang cowo yang ada di sekitar ku setiap harinya, kini mulai terasa nyaman. Kehadirannya seperti angin segar yang mampu menghilangkan kepenatan dan beban. Sikapnya yang tak pernah terduga selalu mampu membuat tiap detiknyna menjadi menarik. Kisah hidup yang biasa kini mulai menjadi istimewa.
Kini sikapnya mulai terlihat berbeda dengan yang lainnya. Selalu ada di saat aku membutuhkannya, mampu memahami perasaanku daripada orang lain, mampu mengubah kekecewaan dan kesedihan menjadi kebahagiaan dengan kekonyolannya. Membuatku merasa berarti.
Tak kusangka aku mampu menangis saat kehilanngannya. Rasa takut itu membuatku panik. Bagaimana jika dia benar-benar pergi? Membuatku kembali bertanya, Apakah dia begitu berarti dalam hidupku? Ya, Mungkinkah karena dia sahabatku atau......?  More than that?
Akan sangat kacau kalau ini terjadi. Aku tak penah berfikir kalau aku menyayanginya. Tapi, aku tahu sekarang, aku tak ingin melepaskannya.
Aku tak ingin seperti wanita yang lain. Aku takut kalau dia tahu tentang perasaanku ini semuanya akan berubah. Sama seperti sikapnya kepada orang-orang yang menyukainya dan mengejar-ngejarnya. Aku takut dia menjauh dariku karena kebodohanku yang lalai dalam menjaga perasaanku ini.
Kini jantungku berdegup lebih kencang saat berada dihadapannya. Aku tak mampu lagi menatap matanya karena kebohonganku. Suara yang tertahan di kerongkongan tak bisa ku keluarkan. Aku ingin menjerit dalam hening. Namun, suaramu mengejutkanku. Aku tersdar bahwa aku tak sendiri. Senyumanmu mampu mengubah semuanya. Jalan fikiranku yang buntu kini terbuka sedikit demi sediki. Aku masih bersamamu sekarang. Seharusnya, tak ada yang perlu ku risaukan. Masa depan biarlah menjadi rahasia Tuhan, kamu datang karena-Nya dan kamu pergi juga karena-Nya, Dia telah memberikan yang terbaik, memberikanku malaikat yang mampu berpijak. Haruskah ku sesali itu semua?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar